Saturday, July 28, 2018

Isu Pemecatan Merebak, Awaluddin: Walikota Perlu Diingatkan Dengan Al Maidah Ayat 8



Cepologis.com – Ujian paling berat kepemimpinan setelah korupsi adalah nepotisme. Rasanya seperti tak memiliki etika bila tidak mengangkat para pendukung pada waktu pemilihan terutama keluarga kerabat terdekat untuk menduduki posisi penting dan jabatan lainnya. Seolah tak punya rasa terimakasih begitu. Setidaknya, dalil ini menjelma fatwa dalam hati sebagai pembenaran perilaku nepotisme.

Hari ini, Sabtu 28 Juli 2018 di kantor DPD PKS jalan Lae Bersih Penanggalan Barat Awaluddin Bancin, S.PdI dimintai Cepologis.com pendapatnya terkait isu pemecatan yang sedang viral di media sosial.

Awaluddin berkomentar, “Meski berita itu (pemecatan) belum tentu benar. Ini semacam warning bagi semua pimpinan di semua level terlebih walikota. Berlakulah adil. Ya, perlu diingatkan dengan surat Al Maidah Ayat 8.” Tegas Awaluddin yang kini menjabat sebagai ketua DPD PKS Kota Subulussalam.

Sebelumnya sempat viral di media sosial kabar pemecatan yang dialami oleh 3 orang pegawai honorer di Bappeda yang mengatakan bahwa motif politik bermain di dalamnya. Meski tak lama kemudian keluar bantahan dari kepala Bappeda Kota Subulussalam yang menepis bahwa isu pemecatan itu bukanlah terkait kepentingan politik.

Terlepas dari benar tidaknya isu pemecatan di lingkungan Bappeda, isu-isu mengenai pemecatan pasca pilkada kerap menghiasi perbincangan media sosial maupun diskusi warung kopi. Pemecatan, mutasi dan termarginalkan menjadi momok menakutkan terutama bagi mereka yang pandangan politiknya berseberangan.

Di Subulussalam sendiri pergantian kepemimpinan atau lebih kecil dari itu meluluskan PNS, menempatkan tenaga honorer, penerima bantuan sosial, yang hanya diarahkan untuk kelompok dan sanak kerabatnya saja adalah praktek yang sudah dianggap lumrah. Tidak memperhatikan aspek keadilan dan parahnya menzalimi orang lain dengan memberhentikan sepihak, mutasi sebagainya.     
Nepotisme sangat sulit dihindari. Itulah mengapa Awaluddin tegas mengingatkan pesan dari langit dalam surat Al Maidah ayat 8, “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.”

Sesungguhnya tidaklah haram mengangkat dan menempatkan jabatan pada kalangan orang terdekat atau pendukung setia. Namun pemilihan itu dilakukan atas dasar pertimbangan dia memiliki kapasitas dan kemampuan yang mumpuni di bidangnya. Sederhananya, bila ada yang lebih ahli di bidangnya, mengapa berkeras memilih teko kosong, walaupun ia saudara kandungmu. 

Bila bersikukuh mempertahankan praktik nepotisme, bersiap-siaplah cepat atau lambat, doa orang-orang yang terzalimi akan berakibat bagi pemimpin yang zalim dan tidak adil. Terlebih lagi kelak pengadilan di akhirat. Semoga Allah senantiasa memberikan pemimpin-pemimpin yang adil di kota Sada Kata ini.

Baca juga:









author
Cepologis.com adalah media berita dan informasi yang mengedepankan kenyamanan pembaca dalam menikmati sajian informasi. Kesederhanaan kata namun kaya makna membuat Cepologis.com menjadi media paling diminati.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment