Wednesday, July 18, 2018

Siapa Dalang Dibalik Kemenangan Bintang-Salmaza?



Dalam alam demokrasi, pemilihan umum adalah salah satu pengejawantahannya. Sunnatullah-nya dalam pertandingan pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Di arena pertandingan segala hal penyebab kemenangan akan dikerahkan, meski caranya tergolong illegal dan culas sekalipun. Marketing, demarketing dan kontra demarketing totalitas dikerahkan.

Banyak yang terkejut dengan hasil pemilihan walikota Subulussalam beberapa waktu lalu. Kemenangan cukup menggigit diraih pasangan Bintang-Salmaza. Orang-orang bertanya-tanya apa gerangan penyebab dan siapa dalang dibalik kemenangan pasangan yang disingkat BISA ini? Adakah sesuatu atau siapakah seseorang yang paling memainkan peran besar dalam strategi politik memenangkan pasangan BISA?


Atas hasil tanya jawab saya dengan kamus bahasa Indonesia. Didapatkan sebuah jawaban cukup memuaskan terkait defenisi ‘dalang’ sebagai berikut. Dalang adalah: (1) orang yang memainkan wayang, (2) orang yang mengatur (merencanakan, memimpin) suatu gerakan dengan sembunyi-sembunyi. Dalam hal ini kita lupakan pengertian pertama, dan kita fokus pada pengertian kedua. Terang dan jelas secara bahasa pengertian dari dalang itu sendiri.

Dalam memainkan perannya dalang butuh strategi dan taktik. Sebagaimana yang dituturkan Sun Tzu, ahli siasat perang yang juga seorang jendral Negeri Tiongkok pada masa lampau,  Strategi tanpa taktik adalah jalan paling lama menuju kemenangan. Taktik tanpa strategi hanyalah kebisingan menuju kekalahan”.

Menurut hemat saya. Selain faktor tim sukses BISA yang telah bekerja dengan baik dalam mengartikulasikan visi-misi jagoannya di hadapan masyarakat, tetapi ada hal yang jauh lebih penting dari pada itu. Justru hal inilah yang mau tidak mau cukup menarik hati warga. Hubungan sosial, kepedulian dan empati yang kerap ditampilkan oleh sosok Bintang itu sendiri.

Disetiap acara kemalangan warga, baik sakit, meninggal ataupun acara sunatan, kawinan dan lain-lain ia kerap hadir berbincang-bincang dan berlama-lama duduk bersama warga. Bermodal sekarung beras beliau hadir menemani warga meski hanya sekedar mendengar keluh kesah. Tapi lihatlah hasilnya, Ajaib! warga jadi terpesona dan antusias.

Pada akhirnya, warga tak lagi merasa perlu mempertimbangkan kapasitas, latar belakang pendidikan serta ide gagasan yang dibawa. Hati mereka sudah terlanjur terpaut. Benarlah kata-kata bijak mengatakan, sentuhlah tepat dihatinya maka kau akan memilikinya selamanya. Jangankan hanya sekedar ayunan langkah menuju TPS dan gerakan jari untuk mencoblos. Bahkan dikala engkau dijatuhkan, mereka akan berkorban menjadi pembela terdepan dan setia. Hati hati mereka pun akan diberikannya.

Jadi tak ada dalang lain pada kemenangan Bintang selain dalang itu adalah dirinya sendiri.

Di Subulussalam sendiri, orang-orang yang mau dan ikhlas berpeluh dalam membantu warga itu sangat sedikit dan sulit didapat. Pemuda bernama Dedy adalah satu dari bagian kecil itu. Tentu anda tak begitu mengenalnya seperti saya mengenalnya. 

Di lingkungannya, Dedy yang berprofesi sebagai bengkel dinamo ini sangat dikenal baik. Memiliki kebiasaan yang sama seperti Bintang, membantu setiap tetangga yang kesulitan dan membutuhkan bantuan lewat fisik dan keahliannya. Hadir di tengah-tengah warga menjadi bagian dari solusi.  Nilai plusnya, beliau rajin membaca, sehingga meski hanya lulusan SMA namun beliau memiliki wawasan yang luas, jiwa yang terbuka dan semangat yang menyala-nyala. Bila anda tidak percaya, percayalah! 

Mantan ketua DPD PKS Kota Subulussalam ini memiliki fisik yang bugar dan hobi berolahraga. Sesekali boleh anda mengajaknya maraton Subulussalam-Runding. Atau hidup di hutan bebas tanpa perbekalan. Ketangguhannya akan membuat anda berdecak kagum.

Dedy yang kini maju menjadi caleg PKS nomor urut 1 Dapil  Simpang Kiri sesekali waktu bertindak sebagai imam masjid dan khatib di beberapa tempat. Tak sungkan juga mengumandangkan azan bila waktu shalat telah tiba. Nilai religiusitasnya mulai mengkristal sejak bergabung dengan aktivitas dakwah di PKS. 

Anda akan merasa asyik saat bercengkrama dengannya terkait perkembangan baik berita-berita nasional maupun dunia Islam berikut analisisnya yang sadar atau tidak membuat kepala manggut-manggut.

Saya tidak sedang kampanye mengajak anda untuk memilih Dedy pada pileg nanti. Tetapi bila anda masih ragu dan bimbang. Informasi ini bisa jadi bahan pertimbangan.

Jika berkenan, dan bila berkesempatan jemari saya menari diatas tuts keyboard, pada kesempatan lain saya akan mengangkat profilnya. Penasaran dengan orangnya?

Salam hangat,
*Catatan ringan ini sekedar analisis pribadi, sebagai warga yang berlumuran keringat dan lama menghisap debu pilu dari tanah Kota Subulussalam.

Terbanyak dibaca:

Inilah Nama Guru Berprestasi Kota Subulussalam Yang Diumrahkan Gratis


Berkunjung Ke Subulussalam, Perhatikan 6 Hal Ini




Kemenangan Bintang-Salmaza Untuk Siapa?




Derap emosi saat pertarungan memenangkan kursi nomor satu di Kota Subulussalam dalam kontestasi Pilwalkot beberapa waktu lalu mulai mereda. Tapi hangatnya masih terasa di dada. Terutama kekhawatiran para timses dan pendukung pasangan yang kalah akan bayang-bayang pemecatan, mutasi dan diskriminasi yang akan diterima.


Dikutip dari serambinews.com pria berkumis tipis dengan nama lengkap Affan Alfian Bintang ini bertutur,  secara pribadi dia tak pernah menaruh kebencian terhadap paslon lain meskipun dalam pilkada lalu terjadi gesekan karena hal itu dianggapnya sebagai dinamika politik.

Menurut Bintang, tidak ada yang perlu dikhawatirkan oleh warga yang tidak mendukungnya, termasuk pejabat. Semuanya akan ia rangkul untuk membangun Subulussalam lebih bermartabat.

Meskipun dalam pidato perdana kemenangannya, walikota terpilih, Bintang mengatakan bahwa ia tidak memiliki sentimen dan dendam kepada pihak-pihak yang berseberangan. Begitulah was-was tetap bekerja dalam detak jantung manusia, malang tak dapat ditebak untung tak dapat diraih. Hati manusia siapa yang tau? Ucapan dan perbuatan kadang bisa saling berbenturan dan kadang berbanding terbalik. Wajar khawatir bergelayut di benak atas takdir pemecatan dan mutasi.

Melihat sepak terjang sosok Bintang semasa susah dahulu. Kita melihat bagaimana perjuangan sulitnya untuk menghadapi hidup. Perlahan-lahan mulai beranjak naik. Nasib mujur membawanya menjadi wakil walikota dan kini menjadi walikota Kota Subulussalam. Lahir dari Rahim rakyat dan semoga bisa memperjuangkan kepentingan rakyat. Kekuasaan telah digenggaman, saatnya membuktikan.



Bagi rakyat susah, keadilan itu hanyalah masalah perut. Bagaimana mereka bisa tersersenyum saat perutnya keroncongan? Kenyangkan perut rakyat maka hatinya akan kau dapat. Bukankah kita percaya bila perut terisi mulut akan jinak. Bila perut lapar mulut akan berteriak. Tapi ingat! Kenyangkan semua perut warga. Jangan bergerak untuk santu golongan, satu kelompok, dan suku tertentu saja.

Sebagai rakyat, nyata-nyatanya kebahagiaan adalah saat tercukupinya sandang, pangan, papan, dan selebihnya (jika berkesempatan) diakhir pekan bisa menyalurkan bakat, hobi, kreatifitas dan berekreasi ke tempat wisata terdekat sekedar melepas penat.

Maka bila masih ramai terdengar jerit tangis jasad-jasad luka di lorong yang tak terjamah tangan mulia Pak Wali, saya katakan pekerjaan anda dan tim anda NOL BESAR. 

Terbanyak dibaca:

Monday, July 16, 2018

Bidadariku, Maafkan Aku


Semakin jauh, semakin rindu berlabuh. Seperti yang kau kira. Benar, cinta tak dapat kukubur. Bila kubunuh, semakin ia tumbuh. Bila kubakar, semakin bunganya mekar. Bila kuremuk, semakin hijau ia ke pucuk. Abadikah pohon cintaku padamu?

Keinginan memilikimu bertemu dengan ketidakberdayaan diri, taukah kau rasanya? Perih menggamit. Lagipun darimana aku tau kau memendam hal serupa kepadaku. Jangan paksa aku untuk merasa-rasa. pikiranku dikuasai logika. Aku bukan ahli nujum. Tak bisakah sinyal itu mampir saja di mukaku. Agar kubulatkan tekad kunjungi ayahmu.

Bidadariku,

Tahukah kau sudah berapa kali namamu kutakbir, rukuk dan sujudkan bersama sederet nama lainnya. 99 kali banyaknya. Tak hendak kugenapkan jumlahnya karna kuyakin tetap namamu yang akan unggul. Keyakinanku mantap tapi keberanianku yang hilang. Aku memang pemuda sial. Aku tak pantas untukmu. Bahkan untuk siapapun.

Bidadariku,

Tak sedang goyah usahaku menghalalkanmu. Tapi hatiku bagai pualam. Berulangkali mahar kau ringankan, tapi keinginanku memberimu lebih, gebu menggebu. Begitulah, lagi-lagi keinginanku bertemu dengan ketidakberdayaan diri adalah perih yang menggamit. Bukan salahmu.

Bila kau bertanya, urusan mahar sajakah? Aku jawab, ya.
Kau tanya lagi, adakah yang lain? Aku jawab, ya.

Hanya satu saja lagi. Aku tidak siap gagal. Aku tak ingin ke gelanggang membawa sekuntum mawar merekah, pulang-pulang bunga layu masih digenggaman, kering dan patah. Maafkan aku bidadariku. Aku lelaki lemah. Tak pantas mendampingimu. Tak pantas pula untuk siapapun.

Andai bisa, ingin kulamunkan bersama ombak hati yang ringkih ini. Tak bisakah Salman Alfarisi mewarisiku keteguhan dan gagahnya sikap ketika ditolak oleh wanita.

Bidadariku,

Bila nanti ada lelaki saleh yang lebih matang, lebih menarik dan lebih bernyali untuk mendampingimu. Kuikhlaskan kau dengannya. Kuharap ada sosok, meski entah kapan waktunya yang akan jadi pendampingku sebaik dirimu.

Meski begitu, pucuk cinta tak dapat kutampik. Tumbuhnya hanya mengarah kepadamu. Maafkan aku bidadariku. Sampai detik ini masih kukumpulkan nyali untuk bertandang ke rumahmu. 

____
Menyambung lisan Pangeran Tak Berdaya
@DCHabibillah


Lagu Lagi Syantik Populer dan Apa Hubungannya Dengan Nikita Mirzani


Ketika saya menuliskan tentang kecantikan para artis dunia di artikel (Di sini) Ada banyak yang heran. Begitu mahirnya saya melukiskan detail pada bagian mana saja nilai kecantikan mereka. Mereka anggap saya benar-benar mengenal sosok artis tersebut.


Saya culik cuplikannya untuk anda berikut, "Menurut sebagian orang wanita cantik adalah yang memiliki rambut pirang seperti Shakira, bibir penuh dan tulang pipi tinggi seperti Angelina Jolie, hidung kecil seperti Miranda Kerr, alis seperti Kate Middleton dan dagu seperti Megan Fox. Sedangkan menurut yang lainnya definisi wajah cantik adalah ketika wanita memiliki rambut hitam seperti Freida Pinto. Wanita juga disebut ideal ketika tulang pipinya halus seperti Keira Knightley, hidung seperti Blake Lively, bibir sensual seperti Scarlett Johansson dan alis seperti milik Cara Delevingne. "


Saya hanya membacanya dari sebuah artikel lalu menyertakan dalam tulisan saya sebagai penguat dan ilustrasi. Saya bahkan tidak pernah mendengar apalagi mengenal mereka kecuali Angelina Jolie. Itu pun karena seorang teman kerap bercerita tentang idolanya Brad Pitt yang kebetulan menikahi Angelina Jolie. Sekarang sudah bubar. Anda tidak percaya? Percayalah!


Lagu Lagi Syantik sedang populer akhir-akhir ini seiring dengan populernya aplikasi tik tok. Lagu yang dinyanyikan oleh Siti Badriah ini konon terinspirasi dari sosok peri aneh di sosial media. Dialah mimi peri. Lantas Syahrini yang selalu diasosiasikan dengan kata-kata syantik merasa jengah. Ributlah jagat media. 

Enggak penting banget! Cukup ya, tulisan saya no gossip. Blog saya terlalu mulia daripada sekedar membahas kacang goreng.

Tapi pembahasan kacang goreng justru banyak penikmatnya. Komoditi untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah. Maju terus gossip! Mundurlah ilmu dan peradaban.

Itulah mengapa Lagu Lagi syantik ini tiba-tiba bisa naik, terlebih karena kecantikan adalah nilai yang kerap diusahakan. Produk-produk kecantikan begitu laris keras di pasaran. Menjadi cantik butuh pengorbanan bahkan nyawa. Melalui jalur operasi. Jika Gagal, nyawa melayang. Operasi plastik memang ngeri-ngeri sedap tetapi mulai digandrungi oleh remaja masa kini. Supaya dikenal banyak orang. Lagi-lagi selain pujian, pundi-pundi rupiah yang akan didapatkan.

Bila wajah kita tak ditakdirkan beruntung (baca: j-e-l-e-k), tidak masalah. Bila tak memiliki nurani, bangunlah kepercayaan diri yang tinggi. Mengakulah dan tetap bergayalah seperti orang cantik. Sombonglah dengan perasaan cantik anda. Belajarlah berhalusinasi dengan baik. Media akan mengakomodir anda untuk diorbitkan. Maka orang-orang akan tertawa dan terhibur. Sebagian besar akan mencaci maki anda. Percayalah semakin banyak yang memaki anda semakin anda dekat pada kesuksesan. Anda butuh haters sebanyak-banyaknya. Ini hukum populer. Saran saya silahkan diterapkan, tapi ingat! hanya untuk anda yang nuraninya telah mati.

Menurut saya, disaat banyak orang berusaha menjadi cantik dan atau merasa-rasa diri paling cantik dan saat lagu lagi syantik sedang boomingnya, Nikita Mirzani mengambil momentum pas sekali. Memilih pilihan paling tepat yaitu hijrah menuju kecantikan sesungguhnya. Kalau anda boleh jujur, mana lebih cantik, nikita sebelum atau setelah berhijab?

Allah Subhanahu Wata’ala, Tuhan kita yang kuasa, menurunkan perintah berhijab tidak sedang berusaha membuat anda menjadi tidak cantik dan kampungan. Lihatlah dengan mata hati dan nurani, seseorang yang berhijab, akan lebih terlihat cantik dan anggun. 

Pilihan hidup terbentang luasnya dihadapan kita. Anda mau menjadi apa silahkan. Bebas memilih. Tapi ingat, kebebasan seseorang akan dibatasi oleh kebebasan yang dimiliki orang lain. 

Setiap manusia memiliki empat anugerah; kesadaran diri, hati nurani, kebebasan dan imajinasi kreatif. Ini memberi kita kebebasan dan kekuatan untuk memilih, untuk merespon, untuk mengubah. (Stephen Covey)       

Friday, June 1, 2018

Sahabat Dipaksa Ceraikan Istri yang Dicintainya




Cepologis.com ~ Kira-kira jika anda diminta untuk menceraikan istri yang sangat anda cintai, apakah anda mau? Apa lagi jika alasan menceraikan karena anda terlalu mencintainya, Apakah anda sanggup?

Ini benar-benar terjadi pada salah seorang sahabat bernama Abdullah Bin Abu Bakar. Oleh sang ayah Abu Bakar As-Siddiq, Abdullah diminta untuk memutuskan ikatan cinta sucinya dengan istri yang sangat dicintainya, Atika.

Sungguh khawatirnya Abu Bakar menemui kenyataan betapa Abdullah memberikan perhatian yang dalam, matanya menyiratkan akan cinta pada atikah tengah menguasai seluruh hatinya. Ada takut yang mengendap, Abdurrahman melupakan Allah dan meninggalkan medan jihad.

Atikah, dalam riwayat adalah seorang wanita yang jelitanya diatas rata-rata. cantik bukan kepalang. Berkebetulan ia bersuamikan dari anaknya sang khalifah Abu Bakar As-Siddiq. Baik Atikah maupun Abdullah adalah sepasang suami istri yang saling mencintai. Tentu alasan cantiknya paras Atikah jadi salah satu alasan betapa Abdullah sedetikpun tak bisa lupakannya.

Demi mematuhi sang ayah, Abdullah tetap menceraikan Atika dengan nestapa yang melilit jiwa. Hatinya terburai sedih dan gundah menimpa pikirannya. Akhirnya, ia bersenandung dalam syair syahdu sambil mengenang Atikah.

Demi Allah, tidak mungkin dapat kulupakan dirimu
Walau mentari tak terbit tinggi lagi
Dan tidaklah terurai air mata merpati itu
Kecuali hati tengah berbagi

Tak pernah kudapati orang sepertiku
Menceraikan orang seperti dia
Dan tidaklah orang seperti dia ditalaq karena dosanya
Dia mulia dalam akhlak, kokoh dalam agama dan bernabikan Muhammad
Berbudi tinggi, pemalu dalam sifatnya dan halus tutur katanya  

Sebenarnya kekhawatiran Abu Bakar sangatlah berdasar. Akan tetapi Abdullah bukanlah pribadi yang mudah lupa dalam beribadah pada Allah dan suka mangkir dari medan jihad. Menyaksikan ketabahan keduanya, hati Abu Bakar menjadi iba. Atika dan Abdullah diizinkan rujuk kembali. Cinta kembali merekah ke pucuk-pucuk. Setengah hatinya telah menyatu. Dan Abdullah membuktikan kesatrianya dengan maju ke medan perang hingga ia menjemput kematiannya.

Secinta-cintanya Atika padanya, Allah lebih mencintai dan menginginkan Abdullah berada disisiNya.

Subhanallah. Semoga cinta yang ada pada selainNya tidak pernah menggeser posisi utama cinta kepadaNya.  

Friday, April 27, 2018

Terburu-buru Mengungkapkan Perasaan




Pertanyaan yang perlu anda jawab segera. Berapa harga yang anda inginkan bila hati dan perasaan anda dijual? Sebutkan nilainya. 1 juta? 100 juta? 1 milyar? 1 trilyun? Sebutkan saja. Jangan beranjak membaca tulisan sebelum anda menyebutkan. Sudah anda sebutkan? Mari kita lihat faktanya.

Saat ditanyai harga dari sebuah hati dan perasaan yang kita miliki, tentu hampir semua menjawab dengan harga yang tinggi. Bila ada nilai tertinggi, kita akan tetap mencari nilai yang lebih tinggi lagi, bahkan nilai itu bisa menjadi tak terhingga.

Demikianlah mulia dan sangat berharganya hati dan perasaan ini. Mengapa mudah sekali kita mengumbarnya dengan harga murah dan bahkan jadi tak lagi bernilai. Kita mengumbar hati dan perasaan kita seperti menjual ikan basah di pasar minggu. Adakah kita sadar bahkah kita tengah menikam prinsip hidup yang akibatnya - bila hati seumpama pohon - kita telah memangkas dahan-dahannya hingga hilang pesona bunga dan rerimbunan daunnya.

What’s wrong with you guys?

Terburu-buru mengungkapkan perasaan adalah seperti menjual hati dengan harga murah. Bila engkau seorang wanita, lelaki saleh mana yang mau membeli barang murahan yang dijajakan di emperan. Bila engkau seorang lelaki, wanita salehah mana yang menerima perasaan dan hati seorang lelaki playboy yang gemar membius seenak udel siapa yang disukainya.

Mengungkapkan perasaan tidak hanya melulu lewat kata-kata. Kadang-kadang dia tampil dalam bentuk ruh dan bersenyawa dalam setiap laku, tindak-tanduk yang mudah dibaca, senyuman yang tak biasa, pandangan yang penuh arti dan kegaduhan kecil yang timbul karena tiba-tiba muncul cemburu.

Hati-hati! Karena hatimu tengah dijajah oleh nafsu supaya mengungkapkan perasaan lewat cara-cara yang tidak terduga, tiba-tiba saja tanpa sadar kau telah kehilangan tampuk kedaulatan di singgasana hatimu.

Cara lain mengungkapkan perasaan dengan terburu-buru adalah dengan mengirimkan hadiah. Bukan dengan memberi seikat kembang merah dan sebatang coklat, sebab cara ini terlalu eksplisit menyatakan perasaan. Kita menggantinya dengan memberi hadiah berupa boneka, jam tangan, bahkan buku-buku tanpa sebab.

Di titik ini. Yakinlah sahabat. Bila ia benar wanita/lelaki saleh maka takkan mudah baginya menerima perasaan dan hati kita begitu saja. Kita harus dapat membedakan antara senang menerima hadiah dengan senang menerima pesan perasaan yang dititip lewat hadiah. Siapapun akan senang menerima hadiah. Ia pasti akan menyimpannya baik-baik selain juga sebagai bentuk dari menjaga perasaan si pemberi hadiah. Bukankah tak elok bila hadiah dikembalikan.

Pilunya, saat sudah dibanjiri hadiah, tapi perasaan tetap ditolak. Bunuhlah hayati di rawa-rawa bang! 

Tiba-tiba Ilfil 


Anda pernah mendengar kata ilfil? Yap, anak muda zaman sekarang kerap menyebut kata-kata ini. Berasal dari kata ‘ilang feeling (ilfeel)’ bisa diartikan sebagai perasaan tidak suka atau muak yang timbul. Terlepas dari perbedaan pengertian dan sumber, mari kita masuk pada substansi.

Hati-hati dalam ekspresi mengungkapkan perasaan. Alih-alih menebar pesona, eh malah ilfil yang didapat. Ini sama dengan coba-coba melempar manggis, pare yang dapat. Ngenes ya.

Menurut pengalaman saya dan istri. Dari hasil diskusi cantik di pagi yang segar. Kami menemukan kesamaan, dimana ilfil bisa muncul bahkan pada orang yang kita kagumi. Istri saya bagaimanapun perlu menceritakan, dahulu sebelum menikah banyak pria yang mengirimi hadiah mulai dari boneka, jam tangan, alquran, dll. Hadir di barisan pemberi hadiah itu orang yang dikaguminya. Serta merta menguaplah rasa kagum dari batinnya. Alih-alih semakin menyukai, yang timbul malah ilfil.

Tiba-tiba lamaran lelaki kurus, naïf nan kere seperti saya ini yang justru diterimanya. Yang tak pernah kirim hadiah, yang tak pernah ungkapkan cinta, yang tak pernah tampilkan rasa dalam laku, yang dingin saat bersua, yang kaku saat bicara. Tapi yakinlah, saya memiliki setidaknya dua sifat yang disukai para wanita di dunia. Humoris dan romantis. Heuheu… yang ingin muntah dipersilahkan!

Saya pun demikian. Bukan tidak pernah mampir rasa kagum pada sosok wanita. Tapi saat yang saya kagumi menjadi salah satu dari sekian orang yang terbaca memiliki perasaan yang ditampilkan lewat media komunikasi atau bahasa tubuh yang tak terduga kepada saya. Seketika kagum jadi menguap, perasaan sirna memunah dan terbitlah ilfil.

Lalu bagaimana caranya agar setiap orang bisa tertarik padamu. Daripada sibuk mengungkapkan perasan dan berkirim hadiah, baiknya anda coba praktekkan tulisan ini. 9 Trik Psikologis Agar Orang Tertarik Padamu

Demikian sahabat, bahayanya saat terburu-buru mengungkapkan perasaan. Dalam mengungkapkan perasaan lihat waktu dan caranya. Diwaktu yang tepat, saat anda benar-benar siap. Dan dengan cara yang tepat, lewat taaruf atau cara-cara syar’i yang diperbolehkan.


Nantikan tulisan-tulisan lengkap saya dalam buku Kacamata Majnun
Sabar. Belum bisa dipesan ya. Dukung dan doakan segera. Hehe...