Friday, April 27, 2018

Terburu-buru Mengungkapkan Perasaan




Pertanyaan yang perlu anda jawab segera. Berapa harga yang anda inginkan bila hati dan perasaan anda dijual? Sebutkan nilainya. 1 juta? 100 juta? 1 milyar? 1 trilyun? Sebutkan saja. Jangan beranjak membaca tulisan sebelum anda menyebutkan. Sudah anda sebutkan? Mari kita lihat faktanya.

Saat ditanyai harga dari sebuah hati dan perasaan yang kita miliki, tentu hampir semua menjawab dengan harga yang tinggi. Bila ada nilai tertinggi, kita akan tetap mencari nilai yang lebih tinggi lagi, bahkan nilai itu bisa menjadi tak terhingga.

Demikianlah mulia dan sangat berharganya hati dan perasaan ini. Mengapa mudah sekali kita mengumbarnya dengan harga murah dan bahkan jadi tak lagi bernilai. Kita mengumbar hati dan perasaan kita seperti menjual ikan basah di pasar minggu. Adakah kita sadar bahkah kita tengah menikam prinsip hidup yang akibatnya - bila hati seumpama pohon - kita telah memangkas dahan-dahannya hingga hilang pesona bunga dan rerimbunan daunnya.

What’s wrong with you guys?

Terburu-buru mengungkapkan perasaan adalah seperti menjual hati dengan harga murah. Bila engkau seorang wanita, lelaki saleh mana yang mau membeli barang murahan yang dijajakan di emperan. Bila engkau seorang lelaki, wanita salehah mana yang menerima perasaan dan hati seorang lelaki playboy yang gemar membius seenak udel siapa yang disukainya.

Mengungkapkan perasaan tidak hanya melulu lewat kata-kata. Kadang-kadang dia tampil dalam bentuk ruh dan bersenyawa dalam setiap laku, tindak-tanduk yang mudah dibaca, senyuman yang tak biasa, pandangan yang penuh arti dan kegaduhan kecil yang timbul karena tiba-tiba muncul cemburu.

Hati-hati! Karena hatimu tengah dijajah oleh nafsu supaya mengungkapkan perasaan lewat cara-cara yang tidak terduga, tiba-tiba saja tanpa sadar kau telah kehilangan tampuk kedaulatan di singgasana hatimu.

Cara lain mengungkapkan perasaan dengan terburu-buru adalah dengan mengirimkan hadiah. Bukan dengan memberi seikat kembang merah dan sebatang coklat, sebab cara ini terlalu eksplisit menyatakan perasaan. Kita menggantinya dengan memberi hadiah berupa boneka, jam tangan, bahkan buku-buku tanpa sebab.

Di titik ini. Yakinlah sahabat. Bila ia benar wanita/lelaki saleh maka takkan mudah baginya menerima perasaan dan hati kita begitu saja. Kita harus dapat membedakan antara senang menerima hadiah dengan senang menerima pesan perasaan yang dititip lewat hadiah. Siapapun akan senang menerima hadiah. Ia pasti akan menyimpannya baik-baik selain juga sebagai bentuk dari menjaga perasaan si pemberi hadiah. Bukankah tak elok bila hadiah dikembalikan.

Pilunya, saat sudah dibanjiri hadiah, tapi perasaan tetap ditolak. Bunuhlah hayati di rawa-rawa bang! 

Tiba-tiba Ilfil 


Anda pernah mendengar kata ilfil? Yap, anak muda zaman sekarang kerap menyebut kata-kata ini. Berasal dari kata ‘ilang feeling (ilfeel)’ bisa diartikan sebagai perasaan tidak suka atau muak yang timbul. Terlepas dari perbedaan pengertian dan sumber, mari kita masuk pada substansi.

Hati-hati dalam ekspresi mengungkapkan perasaan. Alih-alih menebar pesona, eh malah ilfil yang didapat. Ini sama dengan coba-coba melempar manggis, pare yang dapat. Ngenes ya.

Menurut pengalaman saya dan istri. Dari hasil diskusi cantik di pagi yang segar. Kami menemukan kesamaan, dimana ilfil bisa muncul bahkan pada orang yang kita kagumi. Istri saya bagaimanapun perlu menceritakan, dahulu sebelum menikah banyak pria yang mengirimi hadiah mulai dari boneka, jam tangan, alquran, dll. Hadir di barisan pemberi hadiah itu orang yang dikaguminya. Serta merta menguaplah rasa kagum dari batinnya. Alih-alih semakin menyukai, yang timbul malah ilfil.

Tiba-tiba lamaran lelaki kurus, naïf nan kere seperti saya ini yang justru diterimanya. Yang tak pernah kirim hadiah, yang tak pernah ungkapkan cinta, yang tak pernah tampilkan rasa dalam laku, yang dingin saat bersua, yang kaku saat bicara. Tapi yakinlah, saya memiliki setidaknya dua sifat yang disukai para wanita di dunia. Humoris dan romantis. Heuheu… yang ingin muntah dipersilahkan!

Saya pun demikian. Bukan tidak pernah mampir rasa kagum pada sosok wanita. Tapi saat yang saya kagumi menjadi salah satu dari sekian orang yang terbaca memiliki perasaan yang ditampilkan lewat media komunikasi atau bahasa tubuh yang tak terduga kepada saya. Seketika kagum jadi menguap, perasaan sirna memunah dan terbitlah ilfil.

Lalu bagaimana caranya agar setiap orang bisa tertarik padamu. Daripada sibuk mengungkapkan perasan dan berkirim hadiah, baiknya anda coba praktekkan tulisan ini. 9 Trik Psikologis Agar Orang Tertarik Padamu

Demikian sahabat, bahayanya saat terburu-buru mengungkapkan perasaan. Dalam mengungkapkan perasaan lihat waktu dan caranya. Diwaktu yang tepat, saat anda benar-benar siap. Dan dengan cara yang tepat, lewat taaruf atau cara-cara syar’i yang diperbolehkan.


Nantikan tulisan-tulisan lengkap saya dalam buku Kacamata Majnun
Sabar. Belum bisa dipesan ya. Dukung dan doakan segera. Hehe... 



     
  
  



Tuesday, March 27, 2018

Menikah Karena Cinta atau Mencintai Karena Menikah, Pilih Yang Mana? (1)



Cinta dan pernikahan sulit dipisahkan. Kemanapun kau bawa cinta, muara indahnya adalah sejuknya pernikahan. Bila cinta tak bertemu di pelaminan, bagai kapal karam di lautan.

Tak selamanya cinta bertemu di pelaminan. Mari kita memaknai dan mendudukan rasa cinta.

Defenisi cinta memang beragam, setiap orang pasti memiliki pemaknaan masing-masing. Sebab itu maka cinta bila diurai panjang lebar kita takkan menemui ujungnya. Tinta akan habis, jari akan lelah dan jiwa terus menerus gundah.

Meski begitu, dalam hal ini baiknya kita satukan persepsi tentang cinta. Cinta adalah sebuah ketertarikan yang muncul antara dua orang lawan jenis dan bisa pula disertai keinginan untuk memilikinya. Seharusnya cinta akan berakhir dan dipersatukan di pelaminan.

Salahkah menikah karena cinta?


Tidak salah. Bisa kita pastikan tak ada satu dalil keharaman menikah atas dasar cinta. Yang justru kita temui adalah anjuran Nabi pada pasangan sebelum menikah untuk berta’aruf dan melihat adakah sesuatu yang dapat menimbulkan ketertarikan dan rasa cinta yang kelak dapat mengekalkan biduk rumah tangga.

Yang salah adalah ekspresi cinta sebelum akad. Dimana muda-mudi saling mengungkapkan rasa cinta tanpa ikatan dalam hubungan haram bernama pacaran.

Lalu pada sisi yang lain ada muda-mudi yang saling mencintai sedangkan tak melakukan hubungan dan komunikasi apapun, tetapi jiwanya rusak karena kerap memikirkan orang yang dicintainya. Menurunkan produktifitas dan mengganggu aktifitas baik ibadah murni maupun ibadah sosial. Ekspresi cinta yang begini, meski tak separah pacaran, terang saja tetap salah.

Cinta, yang terjadi kepada wanita cantik secara tak sengaja , atau tertarik kepadanya tanpa sengaja dan tanpa tujuan tertentu adalah boleh, tutur Ibnul Qayyim Al Jauzi dalam kitabnya Ad-Da’ wa Ad-Dawa’. Hatinya menjadi terkenang kepadanya namun tidak terjerumus kepada maksiat. Yang seperti ini tidak dihukum. Namun perlu dipastikan bahwa ia harus bersih hati dan sabar menghadapi cobaan.

Allah akan mengokohkan keimanannya dan tentu akan digantikan dengan sesuatu yang jauh lebih baik lagi atas kesabarannya menghadapi hawa nafsu dan lebih mengutamakan keridhaan Allah. Tidak cenderung kepadanya, mengingat-ngingatnya hingga seolah nyala semangat hanya saat melihat atau membayangkannya.

Justru bila kita mendapati ada pasangan yang berencana menikah, lalu salah satu diantara keduanya tidak menyimpan rasa cinta, bahkan ia merasa cintanya tengah tersandera karena ia sesungguhnya tengah mencintai orang lain, maka sebelum segalanya terjadi, hentikanlah!

Muawiyah membeli seorang budak wanita dan ia amat mengaguminya. Pada suatu hari ia mendengar gadis itu bersenandung beberapa syair:

Aku berpisah dengannya,

Bagaikan ranting dahan yang patah,
Tersungkur di bumi.
Daku terpaksa;
Dipaksa oleh seorang yang bercinta.  

Muawiyah menanyai gadis ini. Ia menjawab bahwa ia mencintai tuannya terdahulu. Muawiyah mengembalikannya kepada tuannya, tapi hati Muawiyah tetap masih terkesan olehnya. 

Duhai agungnya kegagahan orang yang menyatukan para pecinta. Biar hati terburai sedih, asalkan tak memaksa. Sebab cinta tak bisa dipaksakan. Berikan hak kepada orang yang kita cintai untuk bersatu dengan orang yang dicintainya. ( baca: Berhentilah Menginginkan Dia Yang Tidak Mencintaimu )

Abu Bakar, sahabat Nabi, di suatu hari berjalan melewati seorang gadis yang tengah bersenandung syair cinta pada kekasihnya. Irama hatinya syahdu berdendang:

Aku jatuh cinta kepadanya
Sebelum jimat-jimat terputus
Condong dan berayun
Bagaikan batang halus

Mendengar itu Abu Bakar bertanya, “apakah kau budak atau merdeka? Dan siapa sebenarnya lelaki yang engkau cinta?” Gadis itu menjawab malu-malu dan berkelit, “Saya budak. Saya bermain cinta dengan hatinya. Rasanya seperti terbunuh karena kecintaaan pada pemuda bernama Muhammad Ibn Qasim.”

Melihat akhlaknya yang mulia dan demi menjaga kesucian cinta, Abu Bakar akhirnya membeli budak tersebut dari tuannya lalu diantarkan pada Muhammad AIbn Qasim Ibn Ja’far Ibn Abi Thalib, seraya berujar “ Wanita ini menarik, pasti banyak laki-laki tergoda olehnya. Beberapa pria terbuai olehnya. Mungkin lelaki taat pun terpikat olehnya.”

Kita simak kisah lain  dari seorang gadis  yang datang kepada Utsman r.a dan berujar pilu, “ Ya Amirul Mukminin, saya sedang jatuh cinta kepada seseorang. Tetapi saya tidak mampu berbuat apa-apa.”

Utsman yang berhati lembut membawa sang gadis kehadapan lelaki yang disebutkan dan tuannya. Ia berkata, “Berikan gadis budak itu kepada keponakanmu, wahai laki-laki Anshar! Atau perlukah aku membeli dengan uangku?” Laki-laki Anshar itu berkata, “Saksikanlah wahai Amirul Mukminin, saya akan memberikan kepada keponakanku.”

Jadi, sepertinya tidak perlu disimpulkan bukan? Semoga telah tuntas kabut keraguan akan bolehnya alasan menikah karena cinta.

Bersambung…

Sunday, January 14, 2018

Cawalkot Subulussalam, Mau Apa Sih?


Cepologis.com - Catatan ringan ini sekedar analisis pribadi, sebagai warga yang berlumuran keringat dan lama menghisap debu pilu dari tanah Kota Subulussalam.

Sebagai rakyat, nyata-nyatanya kebahagiaan adalah saat tercukupinya sandang, pangan, papan, dan selebihnya (jika berkesempatan) diakhir pekan bisa menyalurkan bakat, hobi, kreatifitas dan berekreasi ke tempat wisata terdekat sekedar melepas penat.

Maka bila masih ramai terdengar jerit tangis jasad-jasad luka di lorong yang tak terjamah tangan mulia Pak Wali, saya katakan pekerjaan anda dan tim anda NOL BESAR.  

Hajatan akbar tahun ini terkait pemilihan walikota dan wakil walikota tentu sudah tersiar di telinga segenap masyarakat Kota Subulussalam. Dan tentunya para calon sudah mulai menancapkan bius-biusnya.  Menjual kelebihan dan kekuatan masih masih-masing.

Seperti pemilihan sebelum-sebelumnya, politik uang (money politic) jadi hegemoni yang sulit dihempas. Pertanyaannya, bisa tidak kali ini rakyat memilih tidak berdasarkan tebalnya amplop yang diterima?

Peta politik cukup menarik karena menghadirkan orang baru di kontestasi kali ini. Dari lima pasangan calon selain Sartina (kita tau siapa dibelakangnya), ada dua orang nama baru yang muncul yakni, Anasri Sambo (Ogek Anas) dan Jalaluddin. Background mereka yang non politik menjadi napas segar dan harapan baru. Kendati demikian, mampukah mereka mengungguli tiga pasangan yang tentunya punya pengalaman cukup dan sangat ‘licin’ dalam dinamika kontestasi pemilukada. Kita tunggu saja manuver-manuvernya.

Dalam alam demokrasi, segala hal yang tidak mungkin akan menjadi mungkin. Suara mutlak tertinggi di tangan rakyat. Masalahnya apakah suara rakyat semudah itu bisa dibeli? Berkaca kebelakang pada pilwalkot yang sudah-sudah, kita menemui kenyataan pahit bahwa masyarakat kita masih sangat irrational choice. Alasan ekonomi dan ketakutan jadi dalih mereka.

Maka yang perlu dilakukan adalah pencerdasan. Max Weber mengungkapkan, pemilih yang rasional (rational choice) itu mengambil keputusan berdasarkan nilai yang dipegang teguh. Dalam konteks pemilukada berarti pemilih mengedepankan kesamaan nilai yang jadi prinsip si calon walikota dengan pemilihnya. 

Frasa ‘ambil saja uang mereka, tapi jangan pilih mereka’ menarik untuk didengung-dengungkan sepanjang pemilu kali ini. Dengan begitu, besar kemungkinan yang akan menduduki kursi walikota atau anggota dewan adalah orang yang benar-benar berkualitas.

Idealnya, pertarungan pilkada kali ini adalah adu ide, gagasan, dan prestasi bukan adu uang dan kedekatan family. Maka dari itu sangat wajar sekali kita bertanya, 'Hai kelen (baca loghat medan) semua, maunya kelen apa sih? 

Thursday, October 19, 2017

Wajah Saya Mirip Mantan Kamu

Pernah gak merasa kesal dengan orang-orang yang pas pertama kenal selalu nyama-nyamain kita dengan entah sosok siapa-siapa saja.

“Eh, wajah kamu mirip kali ya dengan Andy Lau, apalagi pas rambutnya lurus gitu”

“Kamu tuh mirip banget deh sama Dude Harlino”

Kalau disebut mirip artis, ya rada-rada seneng juga. Tapi, ya mbok jangan diborong gitu lah. Sekali waktu dibilang mirip Channing Tatum, lain orang lagi bilang mirip Saipul Jamil.

Saya  ini ya, langganan dimirip-miripin sama orang. Ada yang bilang kalau wajah saya itu mirip Christian Sugiono. Sempat seneng sih. Tapi yang ini versi dekilnya. Keseringan terpapar asap knalpot.

Saya berkeyakinan kalaulah saya melakukan perawatan intens, kalau sekedar Christian Sugiono mah, lewat.

Ada juga yang bilang, saya mirip Nicholas Saputra. Saya yakin yang bilang begitu matanya menderita katarak.

Dok. Pribadi - Kalau begini sudah mirip pemain
kuda lumping makan beling :)

Temen saya pernah bersungut-sungut sambil komat-kamit mulutnya mengungkapkan kekesalan, masalahnya adalah karena dia dibilang mirip Dede Sunandar. Lha, memangnya kenapa?

“Kamu gak ngerti!” Ujarnya ketus

Satu ketika, saya mengikuti pelatihan menulis. Pesertanya dari berbagai daerah. Konon ada seorang peserta yang gadis, usianya gak beda jauh dengan saya. Sebut saja namanya Titin (Bukan nama sebenarnya). Kerap memandang ke arah saya selama acara berlangsung. Sebagai seorang yang (merasa) familiar, saya cuek aja. Tapi ada firasat, jangan jangan dia… (jatuh cinta)

Benar saja. Di sela-sela break acara, gadis itu mendatangi saya dan langsung bicara,

“Agus ya?” Tebaknya yakin tapi masih diselimuti keraguan. Saya geleng-geleng kepala.

“Bukan Mbak, saya DC Habibillah”

“Maaf ya, kamu itu mirip kali dengan Dia, mulai dari matanya, hidungnya, gesture tubuhnya, semuanya deh”

“Dia itu siapa?”

“ Ya itu, Agus, mantan saya. Agusnya udah nikah sama orang lain yang diingini orang tuanya”

“Yang sabar ya Mbak” tutur saya sok peduli. Padahal hati ingin teriak, ‘emang urusannya apa sama gue!?’

Selanjutnya terasa ada aura lain akan maksud dan tujuannya berbicara, berbau nostalgia dan ingin melibatkan saya jadi pengganti mantannya. Sebelum segalanya terjadi, saya langsung ngacir. Maaf Bu, tidak tau kah kalau saya penganut jomblo bermartabat sampai halal.

Ngomong-ngomong ada seorang peneliti bernama Teghan Lucas yang meneliti kemungkinan duplikat kemiripan wajah yang biasa orang menyebutnya doppelganger (kembaran yang tidak berhubungan darah). Sampelnya  4000 orang di Amerika. Katanya, dari 7,4 milyar penduduk bumi hanya ada kemungkinan 135 orang yang memiliki doppelganger. Dia terpaksa meneliti ini hanya karena pertanyaan yang sering orang ungkap, “bilakah terjadi salah tangkap, salah tuduh terhadap pelaku pembunuhan, bukankah banyak orang yang mirip di dunia ini?”


Nah, Kalau kamu sering disebut mirip siapa guys?

Sunday, February 26, 2017

9 Trik Psikologis Agar Orang Tertarik Pada Kamu


Ada orang-orang tertentu yang seolah memancarkan magnet yang tak dapat dijelaskan sehingga orang lain tanpa disadari akan benar-benar tertarik pada mereka. Ingin menjadi seperti layaknya pembawaan mereka, menginginkan persahabatan yang kekal dan menjadi lebih dekat dengan mereka. Dan yang paling aneh adalah bahwa aura ketertarikan itu tidak berhubungan sama sekali pada penampilan luar orang-orang ini.

Sebagaimana dilansir dari Brightside (26/2), terdapat 9 trik yang dapat kita ikuti untuk menjadi orang dengan kriteria seperti di atas.

Gambaran Diri


Kamu butuh image yang unik ada pada dirimu. Dengan adanya image tersebut, dapat membuat orang lain ingat dengan mudah pada kamu, bahkan orang asing sekalipun. Dan ketahuilah, sekarang kita tidak berbicara tentang kecantikan. Apa fitur unik yang kamu miliki? apakah itu kecepatan, gesture, ekspresi wajah, intonasi, gaya komunikasi, atau penampilan pakaian bisa membuat kamu berkesan.

Berikut adalah beberapa contoh orang-orang terkenal dan hal yang identik dengan mereka:

Charlie Chaplin - kumis, jas, tebu

Tilda Swinton - aseksualitas, tanpa makeup

Winston Churchill - kegemukan, cerutu

Joseph Stalin - kumis, pipa, aksen

Adolf Hitler - bentuk asli dari kumis, intonasi

Dita Von Teese – citra tahun '40 an, lipstik merah

Marilyn Monroe - warna rambut, tahi lalat

Salvador Dali - kumis, ekspresi wajah

Kamu Perlu Impian Besar


Untuk membuat orang menghargai kamu dan mengakui keberadaan kamu, maka kamu butuh hal yang menjadi alasan keberadaan kamu diakui. Seperti ambisi, tujuan, keinginan untuk mengubah sesuatu di dunia ini. Perjuangan untuk sesuatu. Karena seseorang tanpa mimpi adalah sebuah buku tanpa ide. Maukah kamu membacanya?


Percaya Diri


Untuk dapat menjadi pribadi yang karismatik, kamu harus percaya diri, berani membuat keputusan, dapat berdiri sendiri, jangan menunggu bantuan dari luar, dan jelaskan ide-ide cemerlang kamu kepada orang lain dengan cara yang mudah kamu pahami.

Orang-orang di sekitar kamu bisa merasakan rasa percaya diri kamu bukan hanya dalam perilaku tetapi juga dalam pidato atau pembicaraan yang kamu lakukan di depan umum. Lebih baik untuk menghindari frase seperti "Saya kira, saya berharap, mungkin."

Lupakan Caranya Mengeluh


Bisakah kamu dikagumi dan menjadi orang yang dikagumi jika selalu mengeluh? Tentu saja tidak. Orang karismatik memiliki pola pikir yang positif. Menghindari kritik, keluhan, dan topik negatif. Bahkan jika tidak semuanya baik dalam hidupmu, mulailah percakapan menyenangkan yang akan membawa orang yang mendengarkan turut serta bahagia.


Gunakan Gerakan Tubuh


Perilakumu harus menunjukkan rasa percaya dirimu: jangan membungkuk, tidak meraba-raba suatu benda atau bagian tubuh, cobalah untuk tersenyum lebih sering, lihat ke dalam mata lawan bicara kamu, dan menghindari postur tubuh menghindar dan canggung.

Secara umum, saat tampil di depan publik, bertindak dan beraktinglah seolah kamu adalah seorang selebriti yang sedang berada di karpet merah.

Jadilah Seorang Pendongeng yang Hebat


Banyak orang yang percaya bahwa kemampuan untuk menjadikan hampir setiap hal yang diceritakan menjadi menarik adalah bakat.

Namun kenyataannya bukan demikian, karena sebagian besar adalah keterampilan yang dapat dipelajari. Ini hanyalah terkait dengan rasa percaya diri. Gunakan humor, terutama self-ironi: kemampuan untuk menertawakan diri sendiri. Jangan lupa tentang bahasa tubuh, emosi, dan tetap positif. Jangan khawatir jika tidak setiap cerita dan lelucon "bekerja."

Ceritakan kisah pribadi kamu dengan menarik. Maka setelah mendengar sesuatu yang benar-benar menarik, orang akan berbagi kisahmu dengan orang lain lagi.


Jangan Membuang Pandangan


Ketika berbicara dengan seseorang, selalu melihat ke dalam mata mereka. Kadang-kadang satu kedipan dapat mengatakan lebih dari seribu kata. Kontak mata menunjukkan bahwa kamu mendengarkan lawan kamu dan bahwa kamu memahami dan menerima mereka sebagai pribadi.

Yang paling penting, ketika kamu sedang berbicara dengan seseorang di sebuah acara, jangan terganggu oleh hal-hal yang tidak penting. Jangan memainkan ponsel saat berbincang karena kelihatan bahwa kamu sedang mencari lawan "yang tepat" dan lawan bicara di depan kamu merasa tidak dihargai.


Belajarlah Untuk Mendengarkan Orang Lain


Tidak perlu menganggap dirimu orang yang paling penting di dunia. Perhatian yang tulus pada kehidupan orang lain dapat membuatmu lebih disukai karena mendengarkan orang lain adalah seni nyata. Jika kamu mendengarkan orang lain dengan penuh perhatian dan menunjukkan minat dalam percakapan, maka mereka merasa dibutuhkan bahkan dikhususkan.

Tentu saja, kamu tidak bisa mengingat semua yang lawan bicara kamu katakan, tetapi mengingat nama mereka adalah hal yang sangat penting. Berikut ini trik yang menarik. Ketika seseorang memperkenalkan diri, ulangi nama mereka: "Mike, senang bertemu Anda." Dan jika kamu ingin orang untuk mengingatmu, gunakan trik yang sama dengan nama mu sendiri: "Halo, aku Susan. Susan Jones. "

Gunakan Efek Cermin


Efek cermin adalah cara mudah untuk membuat seseorang menyukaimu dengan cara mengulang ekspresi wajah mereka, intonasi, dan gerak tubuh. Ini biasanya selalu bekerja karena metode ini didasarkan pada sifat narsisisme manusia: lawan bicaramu tanpa disadari mulai merasa bahwa kamu terhubung dengannya.

Kamu juga dapat menggunakan trik ini untuk mengadopsi fitur unik orang lain. Sebagai contoh, beberapa orang terkenal yang tampaknya karismatik untuk kamu. Lihatlah bagaimana cara mereka membawakan diri dan dengan melakukan hal yang sama, maka akan lebih dapat membuatmu percaya diri.


Berdasarkan bahan dari businessinsider, Forbes, positivityblog

Respon Cerdas Mempelai Wanita Saat Cincin Pernikahan Pemberian Suaminya Disebut “Menyedihkan”

Kita percaya bahwa cincin pernikahan tidak mengukur dalamnya cinta tapi melambangkan niat seseorang untuk menghabiskan sisa hidup mereka dengan pasangan yang  mereka cintai. Begitu juga Ariel Desiree McRae dari Tennessee, yang sekarang bersuamikan Quinn, dipermalukan oleh penjual perhiasan karena membeli cincin pernikahan yang berharga murah untuknya yakni $ 130.

Meskipun marah dengan perilaku kasar seperti itu, Ariel dengan tenang menjelaskan mengapa perhiasan mahal bukanlah bagian yang paling penting dari sebuah lamaran. Berikut adalah kisahnya:
"Suami saya tidak memiliki banyak uang. Kami berusaha keras untuk membayar tagihan dan untuk makanan, tapi setelah hampir dua tahun dalam ketidak pastian kami memutuskan bahwa kami tidak bisa menunggu lagi.


Saya bahkan tidak berpikir tentang cincin. saya hanya ingin menikahi sahabat terbaik saya. Dia bekerja keras unuk mencari uang yang cukup untuk membelikan saya sepasang cincin yang cocok dari Pandora. Sterling perak dan CZ tepatnya. Itulah yang kini ada di jari manis saya, dan saya sangat menyukainya.

Saat kami membeli cincin, seorang karyawan wanita yang bekerja di sana datang untuk membantu karyawan wanita yang sedang melayani kami. Dia berkata, "Kamu percaya bahwa ada yang membeli ini sebagai cincin pertunangan? Betapa menyedihkan!"

"Ketika karyawan tersebut mengatakan hal itu, saya melihat wajah suami saya – terpuruk, seolah jatuh dari ketinggian. Dia merasa buruk karena ia tidak mampu membelikan saya cincin yang lebih baik. Dia sudah merasa gagal, serta berkali-kali ia menanyai saya lagi dan lagi, "Apakah kamu yakin kamu akan bahagia? Apa kamu baik-baik saja? "

Dia sangat khawatir tidak dapat membuat saya bahagia dan apakah saya pada akhirnya tidak ingin menikah dengannya karena cincin saya yang murah atau tidak menarik.

Dengan pemikiran matangnya Ariel mengatakan, "Cincin bukanlah yang terpenting, namun cintalah yang menggerakkan kita untuk membeli sesuatu yang pada akhirnya kita anggap penting." Kami pada akhirnya membeli cincin itu dan pergi.

Sejak kapan kita mulai berpikiran rendah seperti itu. Menganggap bahwa satu-satunya cara pria dalam mengekspresikan cintanya adalah dengan membelikan mahar emas atau cincin Rp. 30 juta ke atas. Dan ini seolah-olah mendukung paradigma umum bahwa kasih sayang itu harus diwujudkan dengan cincin yang berkilau?

Tentu saja itu benar. Tapi cobalah berfikir jika waktunya menikah telah tiba. Bila hati telah saling mencintai. Apakah penting bagi kita mengaitkan besaran pemberian emas atau perak dengan dalamnya rasa cinta.

"Suami saya sangat takut saya meninggalkannya hanya karena dia tidak mampu membeli perhiasan. Ia takut bahwa cinta yang saya miliki untuknya memudar karena ia tidak mampu mewujudkan pernikahan sebagaimana yang saya impikan. Dunia telah terbingkai dengan cara yang demikian, dan itu sangat menyedihkan.

Namun di sini, meski pernikahan hanya sanggup di pengadilan, memiliki cincin hanya seharga $ 130. Tetapi saya memiliki seorang yang sangat saya cintai di sisi, dan sekarang saya bahkan kebahagiaaan itu terasa nyata melebihi apa yang dahulu pernah saya bayangkan. "


Sumber: fb Ariel Desiree McRae