Sunday, February 26, 2017

Respon Cerdas Mempelai Wanita Saat Cincin Pernikahan Pemberian Suaminya Disebut “Menyedihkan”

Kita percaya bahwa cincin pernikahan tidak mengukur dalamnya cinta tapi melambangkan niat seseorang untuk menghabiskan sisa hidup mereka dengan pasangan yang  mereka cintai. Begitu juga Ariel Desiree McRae dari Tennessee, yang sekarang bersuamikan Quinn, dipermalukan oleh penjual perhiasan karena membeli cincin pernikahan yang berharga murah untuknya yakni $ 130.

Meskipun marah dengan perilaku kasar seperti itu, Ariel dengan tenang menjelaskan mengapa perhiasan mahal bukanlah bagian yang paling penting dari sebuah lamaran. Berikut adalah kisahnya:
"Suami saya tidak memiliki banyak uang. Kami berusaha keras untuk membayar tagihan dan untuk makanan, tapi setelah hampir dua tahun dalam ketidak pastian kami memutuskan bahwa kami tidak bisa menunggu lagi.


Saya bahkan tidak berpikir tentang cincin. saya hanya ingin menikahi sahabat terbaik saya. Dia bekerja keras unuk mencari uang yang cukup untuk membelikan saya sepasang cincin yang cocok dari Pandora. Sterling perak dan CZ tepatnya. Itulah yang kini ada di jari manis saya, dan saya sangat menyukainya.

Saat kami membeli cincin, seorang karyawan wanita yang bekerja di sana datang untuk membantu karyawan wanita yang sedang melayani kami. Dia berkata, "Kamu percaya bahwa ada yang membeli ini sebagai cincin pertunangan? Betapa menyedihkan!"

"Ketika karyawan tersebut mengatakan hal itu, saya melihat wajah suami saya – terpuruk, seolah jatuh dari ketinggian. Dia merasa buruk karena ia tidak mampu membelikan saya cincin yang lebih baik. Dia sudah merasa gagal, serta berkali-kali ia menanyai saya lagi dan lagi, "Apakah kamu yakin kamu akan bahagia? Apa kamu baik-baik saja? "

Dia sangat khawatir tidak dapat membuat saya bahagia dan apakah saya pada akhirnya tidak ingin menikah dengannya karena cincin saya yang murah atau tidak menarik.

Dengan pemikiran matangnya Ariel mengatakan, "Cincin bukanlah yang terpenting, namun cintalah yang menggerakkan kita untuk membeli sesuatu yang pada akhirnya kita anggap penting." Kami pada akhirnya membeli cincin itu dan pergi.

Sejak kapan kita mulai berpikiran rendah seperti itu. Menganggap bahwa satu-satunya cara pria dalam mengekspresikan cintanya adalah dengan membelikan mahar emas atau cincin Rp. 30 juta ke atas. Dan ini seolah-olah mendukung paradigma umum bahwa kasih sayang itu harus diwujudkan dengan cincin yang berkilau?

Tentu saja itu benar. Tapi cobalah berfikir jika waktunya menikah telah tiba. Bila hati telah saling mencintai. Apakah penting bagi kita mengaitkan besaran pemberian emas atau perak dengan dalamnya rasa cinta.

"Suami saya sangat takut saya meninggalkannya hanya karena dia tidak mampu membeli perhiasan. Ia takut bahwa cinta yang saya miliki untuknya memudar karena ia tidak mampu mewujudkan pernikahan sebagaimana yang saya impikan. Dunia telah terbingkai dengan cara yang demikian, dan itu sangat menyedihkan.

Namun di sini, meski pernikahan hanya sanggup di pengadilan, memiliki cincin hanya seharga $ 130. Tetapi saya memiliki seorang yang sangat saya cintai di sisi, dan sekarang saya bahkan kebahagiaaan itu terasa nyata melebihi apa yang dahulu pernah saya bayangkan. "


Sumber: fb Ariel Desiree McRae


author
Cepologis.com adalah media berita dan informasi yang mengedepankan kenyamanan pembaca dalam menikmati sajian informasi. Kesederhanaan kata namun kaya makna membuat Cepologis.com menjadi media paling diminati.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment