Thursday, November 19, 2015

Inilah Alasan Mengapa Harus Nama Subulussalam


Cepologis.com - Pemilihan nama merupakan tanggungjawab berat. Sebabnya, bagi umat islam nama itu mencerminkan perilaku dan merupakan sebuah doa agar arti dari nama tersebut mengejawantah dalam kehidupan pemilik nama. Begitu pula dengan pemberian nama daerah.

Dahulu, saat sebelum Rasulullah hijrah, kota itu dikenal dengan sebutan Yatsrib. Kemudian saat Rasulullah berhijrah dan hidup di wilayah itu selama 10 tahun, maka Yatsrib dirubah namanya menjadi Madinah. Ini dilakukan bukan tanpa Alasan.

Arti Al-Madinah secara umum memang diartikan sebagai kota, tetapi sebetulnya al-Madinah itu mengandung makna peradaban, karena dalam bahasa Arab, peradaban itu adalah madaniyah atau tamaddun. Tentunya hal ini yang menyebabkan mengapa kemudian Nabi mengubah nama Yatsrib menjadi Madinah. Cukup.

Selanjutnya, kita akan mengurai alasan mengapa harus nama Subulussalam yang dipilih oleh Gubernur Aceh Prof. Ali Hasymi untuk nama sebuah tempat di perbatasan antara Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara. Baca juga: Dahulu Inilah Nama Kota Subulussalam

Artikel ini merupakan tulisan bebas penulis. Ini adalah pandangan penulis sendiri mengenai alasan logis pemilihan nama Subulussalam oleh Prof. Ali Hasymi. Maka dari itu, kita membuka ruang diskusi saat terjadi perbedaan pandangan mengenai tutur-tutur kata yang tersilap.

Pemilihan nama Subulussalam merupakan ide cerdas dan cemerlang. Setidaknya ide ini jauh lebih baik dibanding penamaan sebelumnya yakni Bandar Baru. Beberapa Alasan mengapa Subulussalam merupakan nama yang tepat ditabalkan untuk tanah yang beratapkan petir (ciri khas subulussalam adalah petir saat musim hujan) adalah sebagai berikut:

  1. Subulussalam memiliki arti yang indah. Jalan keselamatan/kesejahteraan. Ini adalah perwujudan cita-cita masyarakat kota subulussalam yang menginginkan keselamatan, kesejahteraan, kedamaian yang diwakili oleh satu kata yaitu Subulussalam.
  2. Keselamatan, kesejahteraan dan kedamaian adalah menjadi ciri masyarakat modern yang berperadaban. Bagaimana bisa ekonomi, pendidikan, teknologi dan irformasi bisa semakin maju dan berkembang selama rakyatnya tidak sejahtera. Sejahtera adalah urusan perut. Jika perut tak mampu diisi, bagaimana bisa dikatakan sejahtera. Bagaimana bisa berkarya. Bagaimana bisa menguasai dunia. Oleh karena itu sumber-sumber lapangan pekerjaan harus tercipta agar terbentuk kemandirian ekonomi rakyat. Inilah tugas bersama pemimpin dan rakyat untuk mewujudkan itu semua.
  3. Nama Subulussalam seolah ingin menegaskan bahwa daerah yang bersinggungan dengan Pak-pak Barat, Sumatera Utara ini adalah wilayah bersyariat Islam. Kita sama-sama tahu bagaimana rentannya masyarakat perbatasan yang mudah terkecoh dengan bujuk rayu hingga menjual aqidah. Maka itulah mengapa kita melihat, akhir-akhir ini di media ramai dikabarkan terjadi perseteruan antara umat muslim dan kristen di Kabupaten Aceh Singkil yang juga merupakan daerah perbatasan. Kasus ini timbul terkait pebangunan sebuah gereja ilegal di tanah Aceh. Begitu rawannya kristenisasi di daerah perbatasan itu, hingga pemerintah membuat program pengiriman da’i perbatasan. Untuk membentengi aqidah dari pemikiran-pemikiran sesat dan bujuk rayu para misionaris. Dengan diberikan nama Subulussalam, seolah ingin memperjelas jati diri dan kebanggaan masyarakat akan islam dan syariatnya.
  4. Dibalik nama Subulussalam ada tersimpan satu visi maha luhur untuk menjadikan kota ini menjadi ‘kota dunia’ yang berlandaskan nilai-nilai moral dan spiritual yang tinggi.   

Sebagai masyarakat biasa, kita harus bisa memahami sebuah makna dibalik nama Subulussalam ini. Supaya setiap gerak-gerik aktivitas kita dalam rangka untuk kemaslahatan dan kemajuan kota tercinta. Setuju!

Baca Juga: Berkunjung Ke Subulussalam Perhatikan 6 Hal Ini!
author
Cepologis.com adalah media berita dan informasi yang mengedepankan kenyamanan pembaca dalam menikmati sajian informasi. Kesederhanaan kata namun kaya makna membuat Cepologis.com menjadi media paling diminati.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment