Saturday, February 25, 2017

Sadari Hal-hal yang Bisa Membuat Kamu Terlihat Bodoh!


Umumnya kita ingin dianggap sebagai orang yang cukup cerdas. Tapi bagaimanapun, tindakan kita seringkali menunjukkan ketidakcerdasan kita tanpa kita sadari. Meskipun, orang-orang disekitar kita melihat dengan jelas perilaku ‘bodoh’ kita tersebut.

Setiap kali kamu berada disuatu situasi atau tempat dimana orang lain menganggap kamu sebagai bagian penting – seperti di sekolah atau bekerja – kamu perlu menyadari bagaimana kamu menempatkan diri. Baik dari cara kamu berpakaian, cara berbicara, maupun isi dari pembicaraanmu. Orang-orang disekitar kamu akan senantiasa menilai kamu dalam setiap interaksimu dengan lingkungan.

Cobalah perhatikan beberapa hal dibawah ini saat kamu berinteraksi dengan orang lain yang tidak begitu dekat denganmu.

1. Cara Berpakaian


Cara kamu menampilkan diri pada dunia mencerminkan bagaimana kamu akan diperlakukan oleh orang-orang yang tidak kamu kenali. Jika kamu berpakaian dengan baik dan sopan, maka kamu akan mendapatkan perlakuan hormat. Namun jika kamu senantiasa mengenakan celana olahraga dan T-shirt dalam sebuah pesta, orang asing akan merasa kurang tertarik untuk berinteraksi denganmu.

Jika tempat kerja mengharuskanmu untuk mengikuti kode berpakaian tertentu, kamu harus berusaha untuk mematuhinya. Bahkan sesuatu yang sederhana seperti tidak mengenakan dasi akan menyebabkan rekan-rekan kerjamu menganggap kamu seorang yang tidak patuh atau paham aturan. Atau jika kamu berpakaian kedodoran, jangan heran jika rekan kerja dan supervisor tidak memperhatikan hal yang kamu ucapkan.

2. Salah Dalam Penggunaan Kata Saat Berbicara


Selalu saja terlihat baik jika seorang komedian membolak balik kata dan menggunakan istilah sesuka hatinya. Bahkan hal tersebutlah yang justru seringkali mengundang tawa. Namun hal itu hanya berlaku ketika dilakukan oleh karakter fiksi di komik atau komedian dalam sitkom di televisi. Sementara kenyataannya, mencampur kata populer atau frase di dunia nyata lebih menyedihkan daripada lucu.

Jangan hanya menggunakan istilah-istilah hanya karena kamu pernah mendengar orang lain menggunakannya dalam situasi yang sama. Jika kamu tidak bisa menjelaskan apa yang kamu maksud dengan jelas, atau kamu sebenarnya tidak terlalu mengerti akan kata yang kamu gunakan, kamu mungkin seharusnya tidak perlu mengatakan itu. Hal itu hanya akan membuatmu terlihat bodoh – yang berusaha tampak seolah cerdas. Dan hal itu akan tampak sangat menyedihkan.

3. Hilang Fokus


Kita seringkali tertangkap basah menatap udara kosong, dimana mungkin saat itu kita harus berpura-pura seolah-olah kita benar-benar mendengarkan orang yang tengah berbicara – baik itu guru, bos, atau pasangan kita.

Sementara kita sering membuat alasan bahwa kita sedang "tenggelam dalam pikiran" ketika kita tertangkap basah dengan tatapan kosong di wajah kita, sebenarnya adalah bahwa kita tidak sedang fokus pada aktivitas yang saat itu tengah dilakukan. Meskipun ada banyak alasan mengapa kita mungkin tidak dapat fokus pada pembicara saat itu, hampir selalu dapat dipastikan bahwa mereka menganggap kita tidak mendengarkan karena kita tidak mengerti atau peduli tentang apa yang mereka katakan.

Ketika kamu gagal untuk mempertahankan kontak mata dan menunjukkan bahasa tubuh yang tepat bahwa kamu sedang mendengarkan, pembicara mungkin berpikir kamu benar-benar “hilang” dan tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Atau mereka akan berpikir usaha kamu  begitu sulit untuk memahami apa yang mereka katakan namun kemampuan otak kiri kamu tidak cukup untuk memahami pembicaraan.

Yah bagaimanapun, tatapan kosong tidak akan membuat kamu terlihat baik.

4. Terlalu Banyak Bicara


Meskipun kamu bukan personel militer tingkat tinggi, dan apa yang kamu katakan mungkin tidak akan mengakibatkan masalah keamanan nasional. Tapi kata-kata yang keluar dari mulut kamu dapat membuat orang lain berpikir bahwa pikiranmu tumpul.

Aturan praktis yang baik adalah untuk tidak pernah mengatakan lebih dari sesuatu yang perlu untuk dikatakan.

Ketika kamu berbicara dengan ringkas, kamu menunjukkan bahwa kamu dapat merumuskan pikiran dan menjelaskan dengan cara yang mudah dimengerti. Kamu mengetahui hal penting dan perlu untuk dikatakan, dan kamu juga tahu menyimpulkan dan memilah informasi yang tidak perlu dijelaskan.

Di sisi lain, jika kamu mengoceh tanpa memikirkan apa yang kamu katakan, seolah-olah gagasan yang kamu keluarkan hanya untuk diri kamu sendiri, atau mengatakan semua hal yang kamu pikirkan dan berharap masuk akal bagi orang lain yang mendengarkan. Hal itu hanya akan membuat mereka berpikir bahwa kamu hanyalah tong kosong yang nyaring bunyinya. Percayalah bahwa kamu tidak akan didengarkan.

Jadi, karena kamu memiliki kontrol penuh atas apa yang keluar dari mulutmu, pilihlah perkataanmu dengan bijak.

5. Terlalu Sedikit Bicara

Di sisi lain, terlalu diam juga dapat mempengaruhi persepsi orang lain tentangmu.

Bagi kita yang cenderung untuk mengambil kursi paling belakang selama percakapan, orang lain mungkin akan berpikiran bahwa kita pribadi yang kurang sopan, atau bahwa kita tidak memiliki cukup pemahaman sehingga memilih diam dalam diskusi. Meskipun kita tahu bahwa ketenangan, rasa malu, atau bahkan sifat  introvert bukanlah tanda kecerdasan lebih rendah, namun tidak semua orang beranggapan demikian.

Karena itu, penting bagi orang-orang yang pendiam di antara kita untuk lebih banyak bicara. Ingat: Kamu tidak perlu berkata banyak; kamu hanya perlu mengeluarkan sedikit kata untuk membiarkan teman kamu tahu bahwa kamu sedang mendengarkan dan mengerti arah pembicaraan serta memiliki pendapat cerdas di genggaman.

6. Sibuk Menilai Orang Lain

Karena orang lain menilai sisi negatif kamu hanya berdasarkan satu kali pertemuan, tidak berarti kamu harus melakukan hal yang sama pada mereka. Bahkan, jauh lebih aman untuk tidak pernah melakukan penilaian negatif pada orang lain. Tak satu pun dari kita mengetahui persis jalannya hidup orang lain. Sehingga ketika kita menilai seseorang, apa yang kita benar-benar pikirkan adalah dengan asumsi mereka telah memiliki hak dan mendapatkan perlakuan yang sama persis dengan yang kita miliki di sepanjang hidup. Kita menilai mereka hanya dalam standar dan persepsi kita sendiri, seolah-olah kita pasti memiliki hak suara dalam bagaimana mereka menjalani hidup.


Ketika kamu menghakimi orang lain, itu menunjukkan bahwa kamu hanya bisa melihat dunia melalui matamu sendiri, dan tidak pernah berpikir tentang fakta bahwa, dengan tujuh miliar orang di dunia, juga ada tujuh miliar cara yang berbeda untuk hidup.

[Redaksi Cepologis]
Dikutip dari www.lifehack.org


author
Cepologis.com adalah media berita dan informasi yang mengedepankan kenyamanan pembaca dalam menikmati sajian informasi. Kesederhanaan kata namun kaya makna membuat Cepologis.com menjadi media paling diminati.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment