Friday, June 24, 2016

Berhentilah Menginginkan Dia Yang Tidak Mencintaimu

Pernahkah kau mencintai seseorang, lalu memaksakan orang tersebut untuk juga mencintaimu dengan segala cara, tidak peduli apakah orang yang kau cintai merasakan ketidaknyamanan?

Perhatikan betapa egoisnya dirimu, kau menyukai seseorang, lalu tak kau berikan hak-haknya. Yang kau cintai juga punya hak untuk tidak mencintaimu sebagaimana kau punya hak untuk mencintainya. Letak harga diri itu di sikap tahu diri.

Tiada berdosa mencintai siapapun. Tidak ada satu orangpun yang bisa menghentikan diri atas ketertarikan saat berjumpa seseorang. Mutlak, saat perasaan cinta muncul, itu wajar.

Cinta dari asalnya adalah murni. Orang yang halus perasaannya paham, cinta harus bertemu pula dengan cinta. Cinta takkan pernah bersatu dengan benci. Seperti putik yang rela diserbuki. Mereka tak pernah bertepuk sebelah tangan.

Coba bawalah diri mengenang cinta semasa SMA. Lihatlah mereka. Belum dewasa saat mencinta. Mengejar-kejar orang yang disukai tiada henti. Kemana pergi selalu diikuti. Besar keinginan hati untuk memiliki padahal jelas reaksi yang ditampilkan olehnya adalah penolakan, rasa muak dan kebencian. Tak jarang, cinta yang belum dewasa kerap mengganggu dan merusak. Kalau sudah begini, benarkah ia tengah dilamun cinta? Ataukah hanya sebuah desakan nafsu yang menderu? Dewasa dalam mencintai adalah kunci.

Cinta dari asalnya adalah murni. Ia berarti menjaga. Seperti alam semesta yang dijaga keteraturannya oleh Tuhan yang penuh kasih dan  sayang. Cinta tidak bisa dipaksakan. Seperti gembok dan anak kunci. Meski ukuran sama persis, namun gembok hanya bisa terbuka oleh kunci pasangannya saja. Begitu pula cinta, tak akan pernah menyatu jika bukan pasangan yang tepat dari karunia Tuhan.

Yang perlu kita pahami adalah pemaknaan cinta yang luhur. Cinta bertemu cinta adalah rupa keindahan. Bahagianya saat jumpa dipelaminan. Tapi cinta bertemu benci adalah jahanam. Berhentilah! Sebagai individu kau tetap boleh mencintainya sampai kapanpun, tapi tidak dengan memaksa untuk memilikinya. Carilah cintamu pada yang lain. Bumi ini luas dan manusia ini banyak. Mungkin cintamu masih berserak.

Jangan zalimi orang yang tidak mencintaimu. Jangan jadikan cintamu jadi jahanam bagi dirinya. Sampai matipun kau ingin memilikinya, jika takdirmu tak bersamanya, selamanya kau takkan pernah bersamanya. Jangan hancurkan masa depannya sebagaimana jangan pula kau hancurkan masa depanmu.

Banyak orang mengajukan klaim. Katanya, orang yang mudah melupakan rasa cintanya pada seseorang itu berarti cintanya tak sejati. Memang, tidak sedikit orang yang mengatasnamakan cinta sejati, mereka sukar sekali melupakan hingga membiarkan diri dalam dilema yang menghambat produktifitas, lalu menjadi pesakitan bahkan rela bunuh diri. Ini adalah tafsir cinta sejati yang salah kaprah.

Linu rasanya, saat kabar berita sampai di daun telinga, tentang orang-orang yang menjadi gila karna cinta. Malu rasanya, hanya untuk urusan dunia kita remuk redam.

Cinta memang tak boleh berpaling. Cinta tidak boleh lupa. Cinta juga harus terus menerus. Tapi, cinta untuk siapakah itu? Tentu cinta sejati penuh kesetiaan itu kita peruntukkan bagi Allah dan Rasulnya. Kita boleh mencintai segalanya, siapa saja, sebanyak dan setinggi mungkin tapi tidak lebih besar dari cinta pada Allah dan Rasulnya. Titik.

author
Cepologis.com adalah media berita dan informasi yang mengedepankan kenyamanan pembaca dalam menikmati sajian informasi. Kesederhanaan kata namun kaya makna membuat Cepologis.com menjadi media paling diminati.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment