Friday, January 2, 2015

Itu Lebih Dari Cukup

Untuk wanita yang telah melahirkan aku. Darinya sejarah hidup ini bermula. Padanya rindu ini bermuara. Untuknya cinta ini sentiasa. Jangan minta maaf kepadaku karena tak bisa sempurna menjadi ibu. Jangan katakan kau tak bisa bahagiakanku. Jangan merasa bersalah. Jangan, jangan, jangan.

Karna jarimu yang kerap bersihkan kotoranku semasa kanak dulu adlh juga jari yg selalu tengadah dalam zikir dan do'a untukku. Itu lebih dari cukup.
Karena tiap matahari menguning di ufuk senja kau berdiri gelisah menungguiku yang tak kunjung pulang. Itu lebih dari cukup.

Karena selaksa cintamu bertabur dalam aliran darahku lewat kehangatan air susu ibu. Itu lebih dari cukup.
Karena nasi putih yang tiap pagi kau masak meski kadang tanpa lauk jadi energiku dalam melangkah.

Karena telatennya jiwamu ajariku hurup hijaiyyah yg kini mengkristal dalam memoriku, katamu agar aku layak jadi imam dalam keluarga.
Karena kau ajariku agar sopan dan santun dalam bersikap. Lengkap petatah petitih tak pernah letih. Pelajaran akhlak dari sang guru kehidupan. Apa kau lupa itu?

Karena dibalik bilik triplek kamarmu kutau hanya aku, cuma aku, kerap aku yang membasahi bibirmu saat bermunajat.
Karena saat ibu-ibu yang lain sibuk dengan karir dan gaya hidup lalu lupa pd anaknya tapi kau tak pernah lupa dengan semua kebutuhanku, sampai saat bulu mataku hilang satu.

Karena, karena, karena...
Semua itu lebih dari CUKUP.
Jadi jangan pernah merasa bersalah.

Untukmu ibuku. Dan para ibu di dunia... #BukanHariIbu
author
Cepologis.com adalah media berita dan informasi yang mengedepankan kenyamanan pembaca dalam menikmati sajian informasi. Kesederhanaan kata namun kaya makna membuat Cepologis.com menjadi media paling diminati.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment