Monday, July 15, 2013

Sehat Ala Rasullah

Berdasarkan sejarah hidup baginda Rasulullah, disebutkan bahwa beliau hanya dua kali menderita sakit, yang pertama setelah menerima wahyu di Gua Hira. Penerimaan wahyu tersebut mendadak membuat Rasulullah demam karena mengalami ketakutan. Sedang sakit kedua yang dialami Rasulullah yaitu pada saat menjelang beliau meninggal. Fakta tersebut membuktikan bahwa Rasulullah memiliki ketahanan fisik yang luar biasa. Sementara kondisi alam di Jazirah Arab ketika itu sangat keras, tandus, panas di siang hari dan dingin di malam hari.
Sebagian dari kita pasti sudah sering mendengar istilah pola hidup sehat. Dalam ajaran Islam pola hidup sehat juga sudah dikenalkan oleh Rasulullah Muhamad Saw. Ajaran pola hidup yang sehat mencerminkan pribadi yang kuat. Masalah kesehatan juga tertera dalam kitab suci Al-Qurâan yaitu Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh-penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk dan rahmat bagi orang-orangnya yang beriman (QS:Yunus: 57).
Ada dua pola hidup sehat yang menonjol dan relevan dengan disiplin ilmu kesehatan masyarakat yakni kesehatan individu dan masalah pengaturan gizi kesehatan. Dan berikut adalah beberapa pola hidup sehat yang dianjurkan oleh Rasulullah:
1. Makan secukupnya
Telah termaktub dalam surat cintaNya QS. Thaha ayat 81: Artinya: Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. dan Barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, Maka Sesungguhnya binasalah ia.
Ayat ini menegaskan kepada kita bahwa janganlah kita berlebihan dalam makan karena akan berdampak buruk bagi kesehatan kita. Berbagai penyakit dapat muncul kalau kita sembarangan dan tidak mengatur pola makan kita dengan baik.
Makan secukupnya sesuai dengan kadar kemampuan lambung kita untuk menampungnya dan memprosesnya menjadi energi, juga tak boleh makan terlampau sedikit karena kita akan cepat kehabisan energi dan akhirnya lemas saat beraktivitas. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasul menyatakan bahwa hendaknya manusia hendaknya menjaga keseimbangan tubuhnya, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk udara.
Sebagaimana Sabda Rasul: œKami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan).
2. Tidur yang cukup
Setelah seharian beraktivitas, tubuh kita perlu beristirahat. Tidur yang cukup untuk ukuran orang dewasa adalah sekitar 6-8 jam. Tidur cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh kita, apalagi untuk kita yang berstatus sebagai pekerja, tidur cukup dapat meningkatkan daya konsentrasi saat bekerja. Kalau tubuh kita kekurangan tidur, maka kita akan sulit untuk berkonsentrasi, tubuh kita terasa lemas, dan sulit untuk berpikir jernih. Rasulullah membiasakan dirinya tidur segera selesai menunaikan shalat Isya dan bangun lebih cepat di sepertiga malam terakhir (dini hari) untuk melaksanakan shalat malam hingga menjelang masuk azan Subuh.
3. Berolahraga
Dengan berolahraga, maka peredaran kita akan menjadi lancar, pembakaran kalori menjadi energi bisa menjadi optimal. Banyak berolahraga dapat menjauhkan kita dari berbagai macam penyakit, karena itu kita tak boleh malas dalam berolahraga. Minimal satu kali satu minggu, untuk menyeimbangkan gerak otot dan memperlancar asupan oksigen ke dalam otak sehingga meningkatkan daya konsentrasi. Rasulullah biasa berjalan kaki ke bukik-bukit dan terus berlatih meningkatkan keterampilan berkuda dan memanahnya. Dan Rasulullah menyuruh umatnya membiasakan berolahraga semenjak kanak-kanak sebagaimana sabdanya ,
Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanahâ (Riwayat Sahih Bukhari/Muslim)
4. Bangun pagi atau subuh
Ketika fajar menjelang, atau ketika subuh. Udara masih bersih dari polusi, sehingga sangat bagus untuk kesehatan paru-paru. Bangunlah lebih pagi untuk mendapatkan asupan udara bersih bagi paru-paru kita. Dengan bangun lebih pagi, kita juga bisa merencanakan apa yang akan kita lakukan secara lebih cermat dan tak terburu-buru. Agar bisa bangun lebih pagi, maka kita pun harus bisa tidur lebih awal.
5. Puasa Senin-Kamis
Selain berpahala, dengan berpuasa di hari Senin dan Kamis memberikan waktu bagi lambung kita untuk beristirahat. Bayangkan, setiap hari lambung kita disuruh bekerja keras untuk mencerna makanan setiap pagi, siang dan malam. Saat berpuasa, lambung kita akan beristirahat dan memproses makanan yang belum tercerna sebelumnya, juga dapat menyaring racun yang mungkin tersimpan dalam tubuh kita karena proses pencernaan makanan yang kurang sempurna.
6. Menjaga Kebersihan
Satu hal lagi yang tak kalah pentingnya dalam gaya hidup sehat adalah menjaga kebersihan. Tempat yang kotor rentan menyebabkan penyakit, maka dari itu Islam sangat menganjurkan untuk menjaga kebersihan diri, tempat tinggal, dan juga pakaian. Berwudhu minimal 5x sehari, bershiwak sebelum shalat 5 waktu , serta mandi hadats besar/junub akan menjadikan umat Islam selalu menjaga kebersihan dirinya.
Bahkan Rasulullah sendiri juga mengatakan bahwa kebersihan itu merupakan sebagian daripada iman. Maka, dengan menjaga kebersihan juga akan berdampak positif bagi kesehatan kita.
7. Mengkonsumsi kurma dan madu
Pada aspek pengendalian gizi, Rasulullah selalu menjaga makanan yang dikonsumsinya. Dalam hidupnya Rasulullah kerap mengonsumsi kurma baik kurma kering maupun kurma basah. Anjuran mengonsumsi kurma beberapa kali disebutkan dalam Al-Quran, seperti pada Surat Ar-Raâdu: 4, Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanam-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanam-tanaman di atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikirâ.
Semasa hidup Rasulullah senantiasa peduli pada kesehatan, baik kesehatan pribadinya maupun kesehatan umatnya. Ajarannya beliau pada aspek kesehatan lebih banyak menitik beratkan pada pola pencegahan daripada pengobatan. Gaya hidup sehat Rasulullah lebih mengacu pada pengendalian gizi makanan. Makanan Rasulullah terseleksi secara disiplin dan ketat, baik dari tingkat kehalalannya maupun kebaikannya. Ukuran kehalalan dinilai dari cara mendapatkanya secara halal (legal) dan berkaitan dengan urusan akhirat. Sedangkan kebaikan (thayyib) berkaitan dengan kandungan gizi pada makanan untuk dikonsumsi. Makanan yang kerap dikonsumsi Rasul selain kurma adalah madu untuk membersihkan pencernaan. Sebagaimana hadits beliau, Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yakni madu dan Al Quran (HR Ibnu Majah dan Hakim).


Setiap orang tentunya menginginkan gigi yang putih bersih, karena akan terlihat menawan ketika senyum. Sayangnya tidak semua orang memiliki gigi berwarna putih, ada juga orang yang memiliki warna gigi sedikit kekuningan. Untuk mengatasi gigi yang berwarna kekuningan ada baiknya kita cari tahu dulu penyebabnya, berikut ini telah kami rangkumkan hal yang menyebabkan gigi berwarna kuning seperti dilansir dari vemale.com senin 07/04/2013.

1. Sisa Makanan Yang Menempel
Untuk anda yang jarang sikat gigi setelah makan, pastinya gigi anda akan berwarna sedikit kekuningan. Hal tersebut disebabkan oleh sisa makanan yang menempel pada gigi mulai proses pembusukan, karenanya akan sangat baik bila anda rajin menyikat gigi khususnya setelah makan.

2. Kopi Dan Teh
Dua jenis minuman ini memang sudah melekat pada masyarakat indonesia. Sayangnya minum berwarna pekat seperti kopi dan teh dapat menggempur lapisan gigi, alhasil gigi akan cepat berwarna kekuningan. Sebaiknya kurangi kebiasan minum teh dan kopi, maksimal dianjurkan 3 kali seminggu.

3. Merokok

Rokok banyak sekali mengandung nikotin, dan hal tersebut dapat menjadikan gigi berubah warna. Selain itu juga gusi orang yang merokok cenderung memiliki warna lebih gelap, bisa anda buktikan sendiri kalau orang yang merokok jarang sekali yang memiliki gigi putih bersih.

4. Kerak Gigi

Kebiasan sering tidak sikat gigi sebenarnya memiliki dampak yang sangat buruk, selain sisa makanan nyangkut pada gigi sering kali juga menyebabkan kerak pada gigi menumpuk. Sehingga gigi seolah - olah mengalami perubahan warna, jadi atasi juga kerak gigi anda bila ingin mendapatkan gigi yang putih bersih.

4. Warna Dasar Gigi
Semua orang memang dilahirkan tidak sama, terdapat banyak perbedaan antara orang yang satu dengan yang lainnya. Hal tersebut juga berlaku pada gigi, karena tidak semua orang memiliki warna dasar gigi yang putih. Karenanya bila tidak ada sisa makan yang menempel pada gigi dan juga sudah rajin sikat gigi tapi gigi anda masih berwarna kekuningan, maka kemungkinan besar warna dasar gigi anda bukan putih.

5. Pengaruh Bahan Kimia
Memang tidak mungkin kita akan sengaja meminum bahan kimia, namun tanpa kita sadari sudah banyak makanan atau minuman yang kita konsumsi mengandung bahan kimia. Dan bahan kimia juga berpengaruh pada gigi yang berwarna kuning, cara mengatasi hal ini adalah dengan sering - sering berkumur dan menyikat gigi. - See more at: http://www.magazine-id.com/2013/04/penyebab-gigi-berwarna-kuning.html#sthash.CdGS8z9Z.dpuf
author
Cepologis.com adalah media berita dan informasi yang mengedepankan kenyamanan pembaca dalam menikmati sajian informasi. Kesederhanaan kata namun kaya makna membuat Cepologis.com menjadi media paling diminati.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment