Saturday, July 13, 2013

Anatara Valentine’s Day dan Maulid Nabi


Empat belas menjadi angka yang menarik untuk diperbincangkan oleh pemuda di bulan februari ini. Mengingat di hari itu “Katanya” merupakan hari cinta kasih. Melongok ke sejarah masa silam pada zaman romawi kuno, menyuguhkan cerita yang entah itu benar atau tidak yang pasti sangat mengurut dada. Kisah itu membeberkan didepan mata kita bahwa ternyata hari yang sebagian besar pemuda muslim meriahkan itu berasal dari kisahnya kaum salib.
            Ditengah kegilaan pemuda menanti hari itu dengan bekal sebuah coklat dan untaian kalimat cinta, ada sesuatu yang mereka lupakan. Tepat, dibulan Februari ini orang yang sangat kita cintai dan kasihi lahir kedunia. Kita lebih layak menyambutnya. Mengingat cinta dan kasih sayangnya sungguh jauh lebih mulia, mengingat pengorbanannya untuk ummat jauh lebih menarik dibanding pengorbanan sosok Valentine yang notabene berkorban demi cinta syahwati. Ya, hari itu adalah 12 Rabi’ul Awwal, kelahiran Nabi kita Muhammad SAW.
            Bro n Sis!
            Ngomongin masalah cinta dan kasih sayang itu memang nggak akan pernah ada habisnya. Cintalah yang membuat terciptanya alam semesta ini untuk dipersembahkan kepada makhlukNYA, yang dipercaya untuk mengolahnya secara adil dan bijaksana. Cinta yang membuat Rasulullah mengucapkan kata-kata terakhir “ummati… ummati… ummati”. Cinta yang membuat Bilal, tetap mempertahankan Islamnya, sebagai bukti kecintaannya pada ALLAH dan rasul-Nya.   Cinta menempati tempat tertinggi pada hati manusia.
            Momen februari tahun ini adalah lebih bijak jika kita belajar kasih sayang dari seorang tokoh inspiratif sepanjang zaman. Sebagaimana ucapannya dalam sebuah hadits:”tidak sempurna iman diantara kamu, sebelum saudaramu lebih kamu cintai dari dirimu sendiri”. Subhanallah! Tidak ada kata-kata yang lebih anggun melebihi hadits ini. Mari kita memperbanyak shalawat pada rasul. Meningkatkan Kualitas dan kuantitas ibadah kepadaNya.
Dari pada kita merayakan hari Valentine days yang seluruh ulama sepakat merayakannya adalah sebuah keharaman, mending kita menyelam lebih dalam lagi diluasnya lautan akhlak Nabi. Berselancar dengan Tingkah polah yang mengundang decak kekaguman. Merindukan bertemu dengan sosok yang wajahnya lebih indah dari rembulan. Salah seorang Sahabat dalam kitab shirah berujar “ saat kupandangi rembulan kemudian sejenak kutatap wajah muhammad, kilihat lagi bergantian dengan wajah nabi, ternyata wajah nabi lebih indah daripada rembulan dimalam itu”.

author
Cepologis.com adalah media berita dan informasi yang mengedepankan kenyamanan pembaca dalam menikmati sajian informasi. Kesederhanaan kata namun kaya makna membuat Cepologis.com menjadi media paling diminati.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment